2148048 - KEISYA PUTRI SEPTIYANI WIJAYA

 DKI Jakarta

 


A. Geografi   

Jakarta adalah nama Ibu Kota Republik Indonesia. Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi lima wilayah Kota Administrasi dan satu Kabupaten Administratif, yakni:

  • Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan luas 47,90 km2, 
  • Jakarta Utara dengan luas 142,20 km2, 
  • Jakarta Barat dengan luas 126,15 km2, 
  • Jakarta Selatan dengan luas 145,73 km2, 
  • Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, 
  • Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dengan luas 11,81 km2.

B. Luas dan Batas Wilayah


Di sebelah utara membentang pantai sepanjang 35 km yang menjadi muara 13 sungai dan dua kanal. Di sebelah selatan dan timur berbatasan dengan Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, sebelah barat dengan Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, serta di sebelah utara dengan Laut Jawa.

C. Sejarah

Sebagai kota pelabuhan, Jakarta pada mulanya bernama Sunda Kelapa. Kemudian, pada 22 Juni 1527, Pangeran Fatahillah datang dan mendirikan kota Jayakarta untuk mengganti Sunda Kelapa. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai saat berdiri kota Jakarta. 

Kota Jayakarta berkembang sebagai kota pelabuhan yang sibuk, di mana para pedagang dari Cina, India, Arab, Eropa, serta negara-negara lain saling bertukar komoditas.

Pada 1619, VOC Belanda yang dipimpin Jan PieterszoonCoen menghancurkan Jayakarta, lalu membangun kota baru di bagian barat sungai Ciliwung yang dinamakan Batavia, diambil dari Batavieren, nenek moyang bangsa Belanda

Batavia direncanakan dan dibangun nyaris mirip dengan kota-kota di Belanda, yaitu dalam bentuk blok yang masing-masing dipisahkan oleh kanal, dilindungi oleh dinding sebagai benteng, serta parit. Selesai dibangun pada 1650, Batavia adalah tempat tinggal bangsa Eropa. Sementara bangsa Cina, Jawa, dan penduduk pribumi lainnya disingkirkan ke tempat lain.

Batavia digunakan untuk menyebut nama kota ini selama tiga abad lebih. Setidaknya bermula pada 1619, atau sumber lain mengatakan tahun 1621, hingga 1942. Sejalan dengan kebijakan de-Nederlandisasi oleh Pemerintah Jepang, nama kota sengaja diganti dengan bahasa Indonesia atau Jepang. Walhasil, pada 1942, nama Batavia berubah menjadi Djakarta sebagai akronim Djajakarta.

Menurut Lasmijah Hardi dalam Jakartaku, Jakartamu, Jakarta Kita (1987), pergantian nama itu bertepatan dengan perayaan Hari Perang Asia Timur Raya, pada 8 Desember 1942. Nama lengkap kota itu ialah Jakarta Tokubetsu Shi.

Setelah Jepang kalah pada Perang Dunia II dan Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, nama Jakarta tetap dipakai dengan meninggalkan nama Jepang-nya.

Memasuki zaman Indonesia merdeka, Menteri Penerangan Republik Indonesia Serikat (RIS) saat itu, Arnoldus Isaac Zacharias Mononutu, menegaskan, sejak 30 Desember 1949 tak ada lagi sebutan Batavia bagi kota ini. Sejak saat itu, nama Ibu Kota Republik Indonesia adalah Jakarta.

Pemberian nama Jakarta ini kembali dikukuhkan pada 22 Juni 1956 oleh Wali Kota Jakarta Sudiro (1953-1960). Saat itu, sebelum 1959, posisi Jakarta masih merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Pada 1959, status Jakarta diubah, dari sebuah kotapraja di bawah wali kota ditingkatkan menjadi Daerah Tingkat Satu yang dipimpin gubernur. Gubernur pertama ialah Soemarno Sosroatmodjo. Pada 1961, status Jakarta diubah kembali, dari Daerah Tingkat Satu menjadi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI)

Sedangkan penetapan tanggal lahir Jakarta didasarkan pada momen peristiwa kemenangan Fatahillah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527. Seperti diketahui, untuk memperingati momen itu, nama Sunda Kelapa kemudian diubah menjadi Jayakarta. Hingga kini, setiap 22 Juni diperingati sebagai HUT Ibu Kota Republik Indonesia.

D. Demografi

Jumlah penduduk DKI Jakarta selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada 2020 jumlah penduduk Jakarta adalah 10.644.986. Laju pertumbuhan penduduk dengan tahun dasar 2010 adalah 0,83%. Kepadatan penduduk pada 2020 mencapai 16.072 jiwa per km2. Kota Administrasi Jakarta Barat menjadi wilayah berpenduduk terpadat di DKI Jakarta yaitu mencapai 21 juta jiwa/km2.

Penduduk usia kerja pada Februari 2020 tercatat sebanyak 8.004,78 ribu jiwa di mana sebanyak 5.438,99 ribu jiwa masuk dalam angkatan kerja, sehingga tingkat partisipasi kerjanya sebesar 67,95 persen.

E. Agama dan Suku Bangsa

Populasi penduduk DKI Jakarta berdasarkan agama. Populasi pemeluk agama Islam di DKI Jakarta pada 2016 mencapai 83,4 persen atau 8,6 juta jiwa. Agama di di statistik ini dikategorikan menjadi tujuh, yaitu Islam, Budha, Hindu, Kristen, Katholik, Konghuchu, dan Aliran Kepercayaan.




Betawi adalah suku bangsa yang berdiam di wilayah DKI Jakarta, dan wilayah sekitarnya yang termasuk wilayah Provinsi Jawa Barat. Suku bangsa ini biasa pula disebut “Orang Betawi”, “Melayu Betawi”, atau “Orang Jakarta” (atau Jakarte menurut logat setempat). 




F. Ekonomi

databoks.katadata.co.id

Perekonomian DKI Jakarta melanjutkan pemulihan yang lebih tinggi pada triwulan I 2022, dengan pertumbuhan sebesar 4,63% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (3,64% yoy). Berlanjutnya pemulihan ekonomi tersebut berasal dari peningkatan mobilitas dan aktivitas masyarakat ditengah berlakunya peningkatan status PPKM hingga ke level 3, namun dengan aturan yang lebih longgar dibandingkan aturan PPKM makro-mikro yang berlaku pada triwulan I 2021. 

Adapun pemulihan ekonomi yang lebih tinggi sempat tertahan oleh lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron yang terjadi di awal Januari hingga pertengahan Februari 2022, meskipun setelah kasus COVID-19 lebih terkendali, pemerintah melakukan berbagai pelonggaran, salah satunya dengan menurunkan status PPKM ke level 2 di awal Maret 2022. 

Meskipun demikian, dengan pangsa di kisaran 17% terhadap perekonomian nasional, perekonomian DKI Jakarta masih tumbuh lebih rendah dibandingkan ekonomi nasional yang sebesar 5,01% (yoy).

Tingkat pengangguran di DKI Jakarta periode Februari 2022 mengalami penurunan seiring dengan perbaikan kinerja ekonomi. 

Dari sisi sektoral, tenaga kerja di DKI Jakarta terutama diserap oleh sektor perdagangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, industri dan jasa lainnya. 

Beberapa sektor yang bergerak di bidang jasa antara lain sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan jasa perusahaan juga mengalami peningkatan serapan tenaga kerja. 

Sejalan dengan hal tersebut, tingkat kesejahteraan di DKI Jakarta yang tercermin dari tingkat kemiskinan dan upah buruh, juga menunjukkan perbaikan seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut.

G. Pemerintahan

Pemimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah Gubernur dan Wakil Gubernur

Gubernur Anies Rasyid Baswedan 

Anies Rasyid Baswedan lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 7 Mei 1969. Beliau mengenyam pendidikan sejak Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi di Yogyakarta. Anies meraih gelar sarjana di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada (1995). Setelah lulus S1, Anies Baswedan melanjutkan studi Masternya dengan beasiswa Fulbright di Universitas Maryland, Amerika Serikat (1998). Sesudah lulus S2, Anies kembali memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Northern Illinois, Amerika Serikat  (2004). Sebagai akademisi, Anies pernah menjabat Rektor Universitas Paramadina, Jakarta pada 2007-2015. Rekam jejaknya sebagai akademisi, kemudian mengantar kariernya ke ranah politik. Anies Baswedan pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada  2014-2016. Dalam kariernya sebagai Mendikbud, Anies membuat program pemerataan guru berkualitas ke berbagai wilayah di Indonesia dan penyesuaian kurikulum pendidikan terbaru. Semakin berkiprah di bidang politik, Anies Baswedan memenangkan pemilihan Gubernur DKI Jakarta dan kemudian dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.

Wakil Gubernur Ir. H. Ahmad Riza Patria

Ir. H. Ahmad Riza Patria, MBA lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 17 Desember 1969. Riza Patria pernah mempelajari ilmu teknik hingga ekonomi. Riza Patria menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan meraih gelar Master in Business Administration pada 2004 hingga 2008. Sebelumnya, Riza Patria juga pernah menempuh pendidikan di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) dan meraih gelar Sarjana Teknik Sipil pada 1997. 

Sejak 2014, Ahmad Riza Patria sudah memulai kariernya sebagai anggota legislatif. Beliau sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR, dan pada periode yang sama beliau juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra MPR RI. Pada 6 April 2020, Riza Patria terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menemani Gubernur Anies Baswedan dalam membawa DKI Jakarta menjadi kota yang maju, lestari, dan berbudaya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk melindungi, melayani, memberdayakan, dan menyejahterakan masyarakat. Tugas dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diatur dalam Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 2016.

H. Pariwisata 

Akomodasi, berbagai jenis akomodasi sudah tersedia dengan lengkap di provinsi DKI Jakarta diantaranya, dari Hotel, Hostel, Apartemen, hingga Homestay.


Museum, terdapat ragam museum yang ada di DKI Jakarta yakni, Museum Bahari, Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Seni Rupa Keramik, Museum Ismail Marzuki, Museum Joang 45, Museum MH Thamrin, dan Museum Taman Prasasti.



Wisata Kuliner

Sebagai kota yang memiliki latar belakang penduduk beragam, Jakarta juga mempunyai kekayaan kuliner beraneka. Dari kuliner tradisional Betawi, makanan khas  Minang, Jawa, Manado dan lain-lain, sampai kuliner internasional seperti makanan khas India, Korea, Jepang, atau Western.

Wisata Bersejarah

Jakarta memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Pengunjung dapat menikmati objek wisata di Jakarta sekaligus menyelami masa silam bangunan bersejarah di ibu kota, antara lain, Tugu Proklamasi, Monumen Nasional. Kota Tua Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, Gedung Chandra Naya, Pelabuhan Sunda Kelapa, Masjid Istiqlal, dan Museum Gereja Katedral Jakarta.

Wisata Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah yang masuk ke dalam administrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Secara geografis, Kepulauan Seribu memiliki total wilayah seluas 4.745,62 km2 yang terdiri dari 8,76 km2 daratan, dan terdiri lebih dari 110 pulau. Kepulauan Seribu terbagi menjadi dua kecamatan, yakni Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan. Wilayah ini terbagi menjadi enam kelurahan, yaitu Pulau Kelapa, Pulau Harapan, Pulau Panggang, Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Untung Jawa.


I. Kebudayaan

Kebudayaan DKI Jakarta adalah budaya mestizo atau suatu budaya campuran dari beberapa etnis. Sejak zaman penjajahan Belanda, Jakarta adalah Ibu kota Indonesia yang membuat orang-orang berdatangan dari seluruh Nusantara.

Rumah Adat, Rumah adat DKI Jakarta merupakan rumah adat suku Betawi yaitu Rumah adat Kebaya. Selain rumah adat kebaya yang sudah di resmikan menjadi rumah adat Betawi, ada juga beberapa rumah adat yang masih berasal dari meraka yaitu Rumah Joglo, Rumah Panggung dan Rumah Gadang.

Pakaian Adat

o Sabuk Betawi

Sabuk ini biasanya untuk pangsi betawi, terbuat dari sejenis kain bisban tebal. Warna hijau ukurannya yang lebar memang sudah menjadi khas betawi, di sekitar badan sabuk dipasang kantong yang menempel, semacam dompet yang bisa menyimpan barang-barang kecil.

o Pakaian Pengantin Pria

Pakaian pengantin Betawi khusus pria ini sering dikenal dengan nama “dandanan care haji”.

o Kain Kebat Sarung Batik

Pakaian adat ini termasuk atribut pakaian Betawi khusus wanita. Kain sarung ini digunakan untuk menutupi bagian bawah dan menutup bagian kepala.

o Kerudung Betawi

Kerudung ini biasanya berbentuk kain selendang wanita dan sering dipakai oleh wanita usia muda.

o Pakaian Pengantin Wanita

Pengantin wanita Betawi dalam pernikahannya selalu memakai pakaian adat Rias Besar yang disebut "Dandanan Care None Pengantin Cine".

Kesenian Tradisional DKI Jakarta, Menurut data yang diperoleh dari Kebudayaan Provinsi dan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, ada beberapa kesenian khas Betawi yang paling populer, kesenian itu yakni, Ondel - ondel, Tajindor, Lenong, Tari Belenggo, dan Tari Lenggong Nyai.


Senjata Tradisional Kebudayaan DKI Jakarta, ada 8 senjata tradisional Betawi yang akan kita bahas, kedelapan senjata tersebut antara lain:

 
o Golok Betawi

Golok merupakan senjata tradisional Betawi yang paling populer. Senjata ini jadi alat kelengkapan keseharian pakaian adat Betawi para kaum pria. Golok diselipkan di ikat pinggang hijau dan dipakai saat bekerja atau bepergian untuk perlindungan diri.

o Keris

Betawi di masa silam juga mengenal keris sebagai salah satu senjata tradisional yang mereka punya. Bentuk dari keris Betawi ini juga tidak ubahnya seperti keris Jawa pada umumnya.

o Belati

Belati berbentuk menyerupai golok, namun ukurannya lebih kecil. Selain itu, bilahnya cenderung lebih tebal dengan ujung yang lancip dan melengkung.

Makanan Khas, Kerak Telor, Nasi Uduk, Nasi Ulam, Gado - Gado, Ketoprak, Laksa Betawi, Soto Betawi, dan Roti Buaya. 

 








J. Tokoh Terkenal

Pada masa penjajahan Indonesia dulu, Jakarta atau dulunya bernama Batavia adalah ibu kota Hindia Belanda.  Semasa penjajahan dulu, terdapat banyak tokoh-tokoh nasional yang turut terlibat dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ada lima tokoh pejuang terkenal yang berasal dari Jakarta. Mereka adalah: Mohammad Husni Thamrin, Pierre Tendean, W.R. Supratman , Abdulrachman Saleh, dan Ismail Marzuki


 




K. Perguruan Tinggi dan Pendidikan

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020. Dari klasterisasi itu, dapat dilihat 50 perguruan tinggi terbaik yang merupakan lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah III DKI Jakarta.

1. Universitas Bina Nusantara (skor 2,268)

2. Universitas Trisakti (skor 2,261)

3. Universitas Tarumanagara (skor 2,166)

4. Universitas Mercu Buana (skor 2,152)

5. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (skor 2,125)

6. Universitas Esa Unggul (skor 2,043)

7. Institut Teknologi Indonesia (skor 1,899)

8. Universitas Multimedia Nusantara Jakarta (skor 1,875)

9. Universitas Pancasila (skor 1,802)

10. Universitas Gunadarma (skor 1,753)

11. Universitas Al-azhar Indonesia (skor 1,709)

12. Sekolah Tinggi Pariwisata (skor 1,708)

13. Universitas Pelita Harapan (skor 1,698)

14. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (skor 1,688)

15. Universitas Yarsi (skor 1,683)

16. Universitas Nasional (skor 1,666)

17. Universitas Muhammadiyah Jakarta (skor 1,659)

18. Universitas Bakrie (skor 1,658)

19. Universitas Budi Luhur (skor 1,657)

20. Universitas Kristen Krida Wacana (skor 1,651)

21. Institut Keuangan Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas (skor 1,637)

22. Universitas Kristen Indonesia (skor 1,630)

23. Sekolah Tinggi Manajemen Ppm (skor 1,577)

24. Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (skor 1,557)

25. Sekolah Tinggi llmu Ekonomi Trisakti (skor 1,534)

26. Universitas Prasetiya Mulya (skor 1,463)

27. Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta (skor 1,452)

28. Universitas Indraprasta PGRI (skor 1,452)

29. Sekolah Tinggi Manajermen Ipmi (skor 1,451)

30. Universitas Trilogi (skor 1,442)

31. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (skor 1,438)

32. Universitas Bunda Mulia (skor 1,427)

33. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta STI&K (skor 1,422)

34. Universitas Sahid (skor 1,418)

35. Universitas Borobudur (skor 1,406)

36. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bhakti Pambangunan (skor 1,367)

37. Universitas Bina Sarana Informatika (skor 1,365)

38. Universitas Pertamina (skor 1,357)

39. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (skor 1,329)

40. Sekolah Tinggi llmu Ekonomi Muhammadiyah Jakarta (skor 1,327)

41. Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta (skor 1,316)

42. Institut Bisnis Dan Informatika Kwik Kian Gie (skor 1,291)

43. Universitas Jayabaya (skor 1,288)

44. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Nusa Mandiri (skor 1,288)

45. Sekolah Tinggi ilmu Ekonomi Indonesla Jakarta (skor 1,284)

46. STIKS Tarakanita (skor 1,281)

47. Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis (skor 1,262)

48. Universitas Paramadina (skor 1,243)

49. STIE Indonesia Banking School (skor 1,230)

50. STIE Jakarta International College (skor 1,227)

Read More …